Teknologi printer di buat atas dasar kebutuhan, secara umum printer terbagi menjadi 3 jenis sesuai kebutuhan : printer untuk rumahan, printer untuk perusahaan, dan printer untuk hobi. Printer untuk sebuah perusahaan jelas berbeda dengan printer yang digunakan untuk rumahan atau hobi. Jelasnya digital photo printing tidak bisa terlepas dari printer jenis photo. Perusahaan printer jelas sangat tahu persis dalam membuat jenis printernya. Tinggal kemampuan kita menyesuaikan antara printer yang tersedia dengan kebutuhan kita, jangan sampai kita bergerak dibidang digital photo printing tetapi membeli printer untuk perusahaan, walaupun hasilnya sama tetapi ini membuat biaya yang dibutuhkan terlalu besar.
Hasil pencetakan printer inkjet masih yang tebaik untuk hasil photo yang retouch (diolah ulang). Meski demikian untuk hasil pencetakan yang bright, printer merk HP dan Canon bisa menjadi pilihan. Sedangkan untuk pencetakan dengan image semi natural, Epson bisa kita andalkan.
Epson dengan teknologi Ink-Drop menghasilkan proses pencetakan photo warna dimana pada bagian pembatasnya menghasilkan gradasi, hal ini lah yang menghantarkan Epson menjadi jawara, karena tinta yang di-drop sebelahan bisa dipastikan akan tercampur.
Untuk hasil yang lebih maksimal, kita bisa menggunakan thermal printer yang dibuat oleh Kodak atau Hiti. Teknologi cetaknya berbeda dari yang lain karena printer ini menggunakan kertas khusus dan “Ribbon CMY”. Proses pencetakan terjadi 4 kali yaitu pencetakan warna Cyan, Magenta, Yellow. Selain itu menghasilkan cetakan yang tahan air dan tahan lama daripada printer lain sejenis inkjet. Namun sayang harga per-print menjadi lebih mahal dari pada jenis printer lain.
Pertimbangan lain dalam memilih printer photo adalah kualitas dan kecepatan cetak. Kualitas bisa dilihat dari kemampuan resolusinya, penampilan warna, serta kemampuan untuk menampilkan aras kelabu. Resolusi biasanya ditentukan dengan keterangan DPI (Dot Per Inch). Meski demikian rata-rata kecepatan cetakan printer inkjet adalah 300 dpi, walaupun ada yang sampai 600dpi, 1200dpi, sampai dengan 4800dpi. Printer dengan resolusi 4800dpi artinya mampu mencetak sebanyak 4800 titik sepanjang garis 1 inch (1 inch = 2,54 cm), demikian juga dengan printer resolusi 300 dpi mampu mencetak 300 titik sepanjang garis 1 inch.
Masalah kecepatan, printer photo dengan kualitas bagus sudah tidak lambat lagi. Canon Pixma i6100 misalnya dipercepat cetakannya lewat lubang (nozzle) yang banyak (multi-nozzle) pada head-nya sebanyak 1.088 lubang, menjadikan printer ini mampu menyemprotkan tinta sekitar 12 juta tinta dalam tiap detiknya, dengan kalkulasi cetak hitam-putih 12ppm sedang untuk warna 9ppm.
Semua perkembangan teknologi printer tadi menjadikan studio photo digital biasa (rumahan) mampu menandingi studio photo profesional dilihat dari sisi hasil cetakan. Investasi yang relatif murah dengan hanya bermodal PC, kemampuan retouch photo, kamera digital dan printer kita sudah mampu mencetak photo ukuran 12R misal dengan printer Canon ip8500, sedang untuk material kanvas dengan lebar paling tidak 90 cm, Canon wp6200 bisa jadi pertimbangan.






1 komentar:
terima kasih informasinya boz...cukup memberi gambaran bagi saya untuk mencari printer buat cetak foto - amatiran - just hobby, cuman budjetnya neh gak disebutin...eniwei thx...
Salam - Djicok
Poskan Komentar
Apakah Anda mempunyai saran? Tambah komentar. Jangan spam!